mototren.com – Penyebab rem motor bunyi dan getar saat tuas rem ditekan tidak selalu berasal dari kampas yang habis, karena kotoran, cakram tidak rata, hingga kaliper bermasalah juga dapat memicu gejala serupa.
Suara berdecit atau getaran saat pengereman sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gangguan ringan, terutama jika muncul berulang atau disertai kemampuan rem yang menurun.
Pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah gangguan hanya berasal dari debu dan air atau menunjukkan kerusakan komponen yang memengaruhi keselamatan.
Penyebab Rem Motor Bunyi dan Getar Saat Tuas Ditekan
Salah satu penyebab rem motor bunyi adalah kampas yang menipis sehingga material gesek tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya.
Ketika lapisan kampas semakin tipis, bagian logam penopangnya berisiko bergesekan langsung dengan cakram dan menimbulkan suara kasar sekaligus merusak permukaan piringan.
Kotoran berupa debu jalanan dan pasir juga bisa terjebak di antara kampas dan cakram, sehingga gesekan menghasilkan suara berdecit atau terasa kasar ketika tuas ditarik.
Setelah melewati hujan atau genangan, permukaan rem yang basah terkadang menimbulkan suara sementara, tetapi bunyi yang terus berulang perlu diperiksa lebih lanjut.
Getaran pada tuas atau setang dapat menandakan permukaan cakram tidak rata, mengalami keausan tidak merata, atau memiliki perubahan bentuk akibat panas dan penggunaan.
Komponen kaliper, piston, maupun pin pengarah yang kotor atau macet juga bisa membuat kampas tidak kembali ke posisi semula setelah pengereman selesai.
Akibatnya, kampas terus menyentuh cakram, menimbulkan gesekan tambahan, panas berlebih, suara, dan kemungkinan roda terasa berat saat motor melaju.
Cara Membedakan Gangguan Ringan dan Kerusakan Rem
Perhatikan kapan suara muncul, apakah hanya sesaat setelah hujan atau selalu terdengar setiap kali tuas rem ditekan.
Bunyi singkat setelah melewati jalan basah belum tentu menandakan kerusakan serius, tetapi suara gesekan logam yang menetap perlu segera ditangani.
Amati juga respons tuas, karena perubahan menjadi terlalu dalam, terasa tidak konsisten, atau membutuhkan tekanan lebih kuat dapat menunjukkan masalah pada sistem pengereman.
Jika jarak berhenti terasa lebih panjang, rem kehilangan daya cengkeram, atau getaran semakin kuat, jangan menganggap kondisi tersebut sekadar gangguan kenyamanan.
Pemeriksaan visual dapat membantu menemukan kampas yang menipis, kotoran pada cakram, goresan dalam, atau kebocoran cairan di sekitar kaliper dan selang rem.
Namun, pemeriksaan dari luar tidak selalu cukup untuk memastikan kondisi piringan, piston, dan mekanisme hidrolik, sehingga pengukuran serta pemeriksaan teknisi mungkin diperlukan.
Hindari menyentuh permukaan cakram setelah perjalanan karena komponen tersebut bisa sangat panas, dan jangan mengoleskan pelumas pada permukaan gesek kampas maupun piringan.
Langkah Mengatasi dan Mencegah Rem Motor Bermasalah
Jika bunyi hanya muncul akibat debu atau kotoran, pembersihan menggunakan produk khusus sistem rem dapat membantu, asalkan dilakukan dengan prosedur yang benar.
Kampas yang sudah melewati batas keausan atau terkontaminasi oli sebaiknya diganti dengan komponen sesuai spesifikasi kendaraan, bukan sekadar dibersihkan.
Apabila cakram bergelombang, tergores dalam, atau ketebalannya sudah di bawah batas pabrikan, teknisi perlu menentukan apakah komponen masih dapat digunakan atau harus diganti.
Kaliper dan piston juga perlu diperiksa apabila roda terasa seret setelah tuas dilepas, sebab masalah tersebut dapat membuat kampas terus bergesekan dengan cakram.
Untuk mencegah masalah berulang, bersihkan area roda setelah berkendara di jalan berdebu dan periksa kondisi rem secara berkala sesuai buku pedoman pemilik.
Gunakan kampas serta cairan rem yang sesuai rekomendasi produsen dan hindari membongkar sistem pengereman sendiri jika tidak memahami prosedur pemasangan dan penyetelannya.
Jika rem terasa tidak pakem, muncul getaran kuat, terdengar gesekan logam, atau terdapat kebocoran, hentikan penggunaan motor dan bawa ke bengkel dengan cara yang aman.
Menangani gejala sejak awal membantu mencegah kerusakan merembet ke komponen lain, sekaligus menjaga sistem pengereman tetap bekerja sesuai fungsinya.





