Oli Mesin Berkurang, Bolehkah Ditambah Lagi? Ini Penjelasannya

Oli Mesin Berkurang, Bolehkah Ditambah Lagi? Ini Penjelasannya
Oli Mesin Berkurang, Bolehkah Ditambah Lagi? Ini Penjelasannya

mototren.com – Oli mesin berkurang setelah motor digunakan merupakan kondisi yang perlu diperhatikan, terutama jika penurunannya cukup banyak dalam waktu singkat.

Pemilik motor memang dapat menambahkan oli ketika volumenya berada di bawah batas yang dianjurkan.

Bacaan Lainnya

Namun, menambah oli sebaiknya tidak dianggap sebagai solusi untuk masalah yang terus berulang.

Jika level oli kembali turun setelah beberapa kali ditambah, pemilik motor perlu mencari penyebabnya agar tidak terjadi kerusakan mesin.

Oli Mesin Berkurang Boleh Ditambah

Menambahkan oli pada dasarnya diperlukan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan level pelumas berada di bawah batas aman.

Oli harus ditambahkan secara bertahap dan menggunakan produk yang sesuai dengan spesifikasi mesin.

Jangan langsung menuangkan oli dalam jumlah banyak karena setiap mesin mempunyai kapasitas pelumas yang berbeda.

Pemeriksaan level sebaiknya dilakukan dalam posisi motor yang sesuai dengan petunjuk pabrikan, sehingga hasil pengukuran tidak keliru.

Pada motor yang menggunakan dipstick atau jendela pemeriksaan oli, level harus berada pada rentang yang ditentukan dan tidak melebihi batas maksimum.

Panduan Yamaha juga menekankan pentingnya memeriksa level oli dan menambahkan pelumas sedikit demi sedikit jika volumenya kurang.

Baca Juga :   Waspada Kampas Rem Palsu, Kenali Perbedaanya dengan Produk Asli

Pengisian berlebihan juga tidak baik karena volume oli yang terlalu tinggi dapat menimbulkan masalah pada sistem pelumasan dan jalur pernapasan mesin.

Karena itu, ukuran aman bukan sekadar memastikan oli sudah masuk, tetapi memastikan level akhirnya berada pada batas yang direkomendasikan.

Kenapa Oli Mesin Bisa Berkurang?

Penurunan level oli tidak selalu berarti mesin mengalami kerusakan berat.

Akan tetapi, apabila pengurangannya terjadi berulang dan cukup cepat, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.

1. Terjadi kebocoran oli.

Kebocoran merupakan salah satu penyebab paling mudah dikenali karena biasanya meninggalkan rembesan pada bagian mesin atau tetesan di lantai tempat motor diparkir.

Area yang perlu diperhatikan antara lain sekitar baut pembuangan, gasket, seal, sambungan komponen dan bagian mesin yang terlihat basah oleh oli.

Kebocoran kecil sekalipun sebaiknya tidak dibiarkan karena jumlah oli yang hilang dapat bertambah seiring waktu.

2. Oli terbakar di dalam mesin.

Oli juga dapat masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar bersama campuran bahan bakar.

Kondisi ini dapat berkaitan dengan keausan ring piston, seal klep atau komponen internal lainnya.

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah munculnya asap putih atau kebiruan yang tebal dan terus-menerus setelah mesin mencapai suhu kerja.

Baca Juga :   Motor Vario Ngebul, Ini Penyebabnya dan Solusi Agar kembali Normal

3. Oli masuk ke jalur pernapasan mesin.

Pengisian oli yang terlalu banyak dapat mendorong pelumas menuju sistem ventilasi crankcase.

Dalam kondisi tertentu, oli bahkan dapat mencapai kotak filter udara.

Ring piston yang aus atau gangguan pada sistem ventilasi crankcase juga dapat menyebabkan oli terdorong ke jalur tersebut.

4. Oli yang digunakan tidak sesuai.

Spesifikasi oli perlu disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan, termasuk tingkat kekentalan dan standar yang dipersyaratkan.

Penggunaan oli yang tidak sesuai dapat memengaruhi karakter pelumasan dan kinerja mesin.

Jangan Hanya Tambah Oli Jika Terus Berkurang

Menambahkan oli dapat menjadi langkah yang tepat ketika level memang berada di bawah batas aman.

Masalahnya muncul jika pemilik motor hanya terus melakukan top-up tanpa mencari penyebab penurunan volume tersebut.

Oli yang terus berkurang dapat menyebabkan level pelumas kembali berada di bawah batas aman.

Ketika jumlah oli terlalu sedikit, kemampuan pelumasan dan membantu membawa panas dari komponen mesin juga ikut menurun.

Gesekan antarkomponen dapat meningkat dan suhu mesin bisa lebih cepat naik.

Dalam kondisi yang lebih parah, kekurangan pelumasan dapat menyebabkan keausan komponen internal dan kerusakan mesin yang membutuhkan biaya perbaikan jauh lebih besar.

Karena itu, top-up oli sebaiknya dipandang sebagai tindakan untuk mengembalikan level ke batas aman, bukan sebagai pengganti pemeriksaan ketika oli terus berkurang.

Baca Juga :   Kenapa Motor Honda Vario Tidak Kuat Nanjak?, Ini Penyebabnya

Cara Memastikan Oli Memang Berkurang

Sebelum menyimpulkan oli berkurang, pemeriksaan level harus dilakukan dengan cara yang konsisten.

Parkirkan motor pada posisi yang sesuai dengan petunjuk buku manual dan pastikan kondisi mesin sesuai prosedur pemeriksaan untuk model tersebut.

Gunakan dipstick atau kaca pengukur oli jika motor memilikinya.

Catat kondisi level oli secara berkala agar dapat diketahui apakah penurunannya terjadi secara normal atau terlalu cepat.

Perhatikan juga bagian bawah mesin dan area sekitar komponen yang berpotensi mengalami kebocoran.

Jika tidak terlihat kebocoran tetapi oli tetap cepat berkurang, perhatikan kondisi knalpot dan perilaku mesin.

Asap yang tidak normal, tenaga menurun, mesin lebih cepat panas atau muncul suara kasar dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada kondisi seperti itu, pemeriksaan mekanik diperlukan untuk mencari sumber masalah sebelum kerusakan berkembang.

Jadi, jika oli mesin motor berkurang, boleh ditambah selama levelnya memang kurang dan oli yang digunakan sesuai spesifikasi.

Namun, apabila oli berkali-kali berkurang dalam waktu relatif singkat, jangan berhenti pada tindakan menambah oli.

Periksa kemungkinan kebocoran, oli terbakar, gangguan ventilasi crankcase atau masalah komponen internal agar mesin tetap mendapatkan pelumasan yang cukup.

Pos terkait