Jangan Terlalu Sering Semir Ban Motor Setelah Dicuci, Ini Risikonya

Jangan Terlalu Sering Semir Ban Motor Setelah Dicuci, Ini Risikonya
Jangan Terlalu Sering Semir Ban Motor Setelah Dicuci, Ini Risikonya

mototren.com – Motor yang baru selesai dicuci biasanya dibuat semakin mengilap dengan memberikan semir pada bagian ban.

Ban yang terlihat hitam pekat memang membuat tampilan motor menjadi lebih bersih dan menarik.

Bacaan Lainnya

Namun, kebiasaan menyemir ban setiap kali selesai mencuci motor ternyata tidak selalu baik, terutama jika cairan mengenai bagian ban yang bersentuhan langsung dengan aspal.

Penggunaan produk yang tidak tepat dan terlalu sering juga dapat memengaruhi kondisi permukaan ban.

Semir Ban Jangan Sampai Mengenai Tapak

Bagian paling penting yang perlu diperhatikan ketika menggunakan semir ban adalah lokasi pengaplikasiannya.

Cairan pengkilap sebaiknya tidak diberikan pada tapak ban yang menjadi bidang kontak langsung dengan permukaan jalan.

Area tersebut membutuhkan daya cengkeram yang optimal agar motor tetap stabil ketika berakselerasi, mengerem maupun melewati tikungan.

Jika cairan semir membuat permukaan menjadi licin, daya cengkeram ban terhadap aspal dapat terganggu.

Risikonya semakin perlu diperhatikan ketika motor digunakan setelah dicuci dalam kondisi jalan masih basah.

Baca Juga :   Cara Bayar Denda Tilang Elektronik Tanpa Sidang

Karena itu, jika ingin menggunakan semir, cukup aplikasikan pada bagian dinding atau sisi ban yang tidak bersentuhan langsung dengan aspal.

Jangan sampai cairan menyebar ke tapak ban, terutama bagian sisi tapak yang dapat ikut bekerja ketika motor menikung.

Prinsip tersebut juga sejalan dengan perhatian umum dalam perawatan ban, karena ban merupakan komponen yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan dan berpengaruh terhadap pengendalian kendaraan.

Semir Berbahan Silikon Perlu Diperhatikan

Salah satu bahan yang banyak ditemukan dalam produk pengkilap ban adalah silikon.

Bahan tersebut dapat memberikan efek mengilap pada permukaan ban sehingga terlihat lebih hitam dan bersih.

Namun, penggunaan produk semir secara tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan persoalan pada permukaan ban.

Sejumlah produk berbahan silikon juga dapat membuat permukaan terasa lebih licin.

Karena itu, pemilik motor sebaiknya tidak hanya melihat hasil akhir berupa ban yang terlihat mengilap, tetapi juga memperhatikan petunjuk penggunaan produk.

Jangan menggunakan cairan pengkilap untuk bagian yang tidak direkomendasikan pada label produk.

Penggunaan semir juga sebaiknya tidak menjadi kewajiban setiap kali motor selesai dicuci.

Ban yang bersih tidak harus selalu terlihat sangat mengilap untuk dikatakan terawat.

Baca Juga :   Pemilik Motor Harus Tahu, Servis Motor Berapa Bulan Sekali

Kenapa Ban Motor Tidak Perlu Selalu Mengilap?

Fungsi utama ban bukan sebagai aksesori untuk mempercantik tampilan motor, melainkan sebagai komponen yang menjaga kontak kendaraan dengan jalan.

Karena itu, kondisi permukaan, tekanan angin, keausan dan kedalaman alur ban jauh lebih penting dibandingkan tingkat kilapnya.

Ban yang kotor dapat dibersihkan menggunakan metode pencucian yang sesuai tanpa harus selalu diberi lapisan pengkilap.

Pemilik motor juga perlu memperhatikan apakah terdapat retakan, benjolan, benda asing yang menancap, atau keausan pada tapak.

Tekanan angin juga harus diperiksa secara berkala karena tekanan yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah dapat memengaruhi pengendalian dan daya cengkeram kendaraan.

Kalau Semir Telanjur Kena Tapak Ban

Jika setelah mencuci motor ternyata semir mengenai tapak ban, jangan langsung digunakan untuk berkendara dengan kecepatan tinggi.

Permukaan ban yang terasa licin sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu.

Ban dapat dicuci kembali menggunakan air dan sabun yang sesuai, kemudian digosok secara perlahan untuk membantu menghilangkan sisa lapisan pengkilap.

Setelah itu, bilas sampai bersih dan pastikan tidak ada residu yang membuat permukaan ban terasa licin.

Perhatian khusus juga perlu diberikan pada cakram rem dan komponen pengereman apabila cairan semir ikut mengenai bagian tersebut.

Baca Juga :   Perbedaan Kaliper Nissin 2 Piston dan 4 Piston

Jangan menganggap cairan pengkilap hanya masalah tampilan apabila sudah menyebar ke komponen yang membutuhkan friksi tinggi.

Cara Aman Merawat Ban Motor Setelah Dicuci

Setelah mencuci motor, biarkan ban dalam kondisi bersih dan kering sebelum digunakan.

Jika tetap ingin menggunakan semir, pilih produk yang memang ditujukan untuk ban dan ikuti petunjuk pemakaiannya.

Oleskan secukupnya pada dinding ban, bukan pada permukaan yang menjadi bidang kontak dengan aspal.

Hindari mengaplikasikan produk secara berlebihan karena cairan dapat menyebar ke bagian lain ketika roda berputar.

Selain itu, jangan langsung memacu motor setelah aplikasi apabila permukaan ban masih terasa basah atau licin.

Yang paling penting, jangan mengorbankan fungsi ban demi tampilan motor yang lebih mengilap.

Ban yang bersih, tidak retak, memiliki alur yang masih layak dan tekanan sesuai rekomendasi jauh lebih penting untuk keselamatan berkendara.

Jadi, semir ban bukan sesuatu yang mutlak harus dilakukan setiap kali motor selesai dicuci.

Jika ingin menggunakannya, pastikan hanya bagian yang tepat yang diberi semir dan jangan sampai cairan mengenai tapak ban.

Pos terkait