Ternyata Ini Fungsi Tanda Segitiga yang Ada di Ban Motor

Fungsi tanda segitiga di ban motor adalah menunjukkan lokasi indikator keausan tapak agar pengendara tahu kapan ban perlu diganti.
Fungsi tanda segitiga di ban motor adalah menunjukkan lokasi indikator keausan tapak agar pengendara tahu kapan ban perlu diganti.

mototren.com – Tanda segitiga di ban motor bukan sekadar simbol pada dinding ban, melainkan petunjuk untuk menemukan indikator keausan yang membantu menentukan kapan ban harus diganti.

Simbol kecil ini penting diperhatikan karena kondisi tapak ban berpengaruh langsung terhadap cengkeraman, kestabilan, dan kemampuan motor berhenti saat menghadapi jalan licin.

Bacaan Lainnya

Pengendara bisa memeriksa indikator tersebut sendiri tanpa alat khusus, asalkan mengetahui letak simbol dan memahami kondisi yang menandakan ban sudah aus.

Mengenal Fungsi Tanda Segitiga pada Ban Motor

Tanda segitiga pada sisi ban menunjukkan lokasi Tread Wear Indicator (TWI), yaitu indikator yang memperlihatkan batas keausan pada alur tapak ban.

Baca Juga :   Cara Membedakan Ban Motor Depan dan Belakang

Simbol biasanya ditemukan di bagian bahu ban, terkadang berdekatan dengan tulisan TWI, dan mengarah ke bagian alur tempat tonjolan indikator berada.

Tonjolan kecil tersebut terletak di dalam alur tapak utama dan menjadi acuan untuk melihat seberapa banyak karet ban yang masih tersisa.

Saat ban baru digunakan, permukaan tapaknya masih lebih tinggi daripada tonjolan indikator sehingga perbedaan ketinggiannya terlihat jelas.

Seiring pemakaian, gesekan dengan permukaan jalan mengikis karet dan membuat kedalaman alur berkurang secara bertahap.

Ketika permukaan tapak sudah sejajar dengan tonjolan TWI, ban telah mencapai batas keausan indikator dan perlu diganti sesuai rekomendasi produsen.

Cara Memeriksa TWI dan Menentukan Waktu Ganti Ban

Pemeriksaan dapat dimulai dengan memarkir motor di permukaan datar, mematikan mesin, lalu melihat sisi ban untuk menemukan simbol segitiga.

Setelah simbol ditemukan, ikuti arahnya menuju alur tapak dan perhatikan apakah karet masih lebih tinggi daripada tonjolan indikator.

Baca Juga :   Aspira Premio Stretto 2 Meluncur, Ban Skutik Baru untuk Harian dan Touring

Lakukan pemeriksaan di beberapa bagian keliling ban karena keausan tidak selalu terjadi secara merata pada seluruh permukaan.

Jika tapak sudah rata dengan indikator, segera rencanakan penggantian ban dan jangan menunggu hingga alurnya benar-benar habis.

Jangan hanya mengandalkan TWI karena retakan, sobekan, benjolan, deformasi, atau kerusakan akibat benturan juga dapat menjadi alasan untuk mengganti ban lebih awal.

Ban yang tampak masih tebal belum tentu aman apabila dinding sampingnya retak atau terdapat kerusakan struktural yang memerlukan pemeriksaan teknisi.

Jika kondisi ban meragukan, mintalah bengkel memeriksa kelayakannya, terutama setelah motor menghantam lubang jalan atau mengalami kebocoran.

Risiko Menggunakan Ban Motor yang Sudah Aus

Alur ban membantu mengalirkan air dari bidang kontak ban dengan jalan, sehingga tapak yang semakin tipis dapat mengurangi kemampuan mencengkeram permukaan basah.

Akibatnya, motor lebih berisiko kehilangan traksi ketika melewati jalan licin, menikung, atau melakukan pengereman mendadak.

Ban aus juga dapat membuat pengendalian terasa kurang stabil, sedangkan kerusakan pada struktur ban berpotensi meningkatkan risiko kegagalan saat digunakan.

Baca Juga :   Arti Warna Tutup Pentil Ban Motor, Perbedaan Warna Hitam dan Hijau

Periksa tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan karena tekanan terlalu rendah atau berlebihan dapat menyebabkan keausan tidak merata dan memperpendek umur ban.

Pemeriksaan kondisi ban sebaiknya menjadi kebiasaan sebelum berkendara, terutama jika motor sering digunakan untuk perjalanan jauh atau melewati jalan dengan permukaan buruk.

Simbol segitiga memang kecil, tetapi fungsinya membantu pengendara mengenali batas keausan sebelum kondisi ban mengganggu keselamatan di jalan.

Pos terkait