Jangan Geber Motor Sebelum Dimatikan, Ini Risikonya

Geber motor sebelum dimatikan ternyata tidak diperlukan pada motor modern dan berisiko mengganggu pelumasan mesin jika dilakukan sembarangan.
Geber motor sebelum dimatikan ternyata tidak diperlukan pada motor modern dan berisiko mengganggu pelumasan mesin jika dilakukan sembarangan.

mototren.com – Kebiasaan menarik gas dalam-dalam sebelum mematikan motor masih dilakukan sebagian pengendara karena dianggap membantu menjaga aki dan memudahkan mesin dinyalakan kembali, padahal cara ini tidak diperlukan pada kebanyakan motor modern.

Kebiasaan tersebut berasal dari era kendaraan bermesin karburator yang memiliki karakteristik berbeda dengan motor berteknologi injeksi, sehingga pemilik kendaraan perlu memahami alasan teknis di balik anjuran untuk menghentikannya.

Bacaan Lainnya

Kenapa Geber Motor Sebelum Dimatikan Tidak Diperlukan?

Pada motor modern dengan sistem injeksi, pengaturan suplai bahan bakar dilakukan secara elektronik melalui unit kendali mesin atau ECU, sehingga pengendara tidak perlu memainkan gas untuk mempersiapkan mesin saat akan dinyalakan kembali.

Menurut penjelasan Adih, Service Advisor Yamaha Mekar Motor Bintaro, yang diberitakan Otomotifnet pada Agustus 2021, kebiasaan menggeber mesin sebelum dimatikan merupakan kebiasaan lama pengguna motor dengan sistem karburator.

Baca Juga :   Kenapa Rem Belakang Keras Saat Ditekan, Ini Dia Penyebabnya

Pada kendaraan generasi lama, tindakan tersebut pernah dikaitkan dengan upaya mempermudah proses menghidupkan mesin kembali, tetapi kebutuhan itu tidak berlaku secara umum pada motor injeksi masa kini.

Pengisian daya aki juga tidak membutuhkan geberan terakhir sebelum mesin dimatikan karena sistem pengisian bekerja ketika mesin hidup sesuai rancangan kendaraan.

Jika aki mulai melemah atau motor sulit distarter, penyebabnya perlu diperiksa melalui kondisi aki, sistem pengisian, sambungan kelistrikan, atau komponen terkait, bukan diatasi dengan kebiasaan menarik gas sebelum mematikan mesin.

Risiko Geber Gas Saat Mesin Akan Dimatikan

Risiko muncul ketika pengendara memutar gas hingga putaran mesin tinggi, kemudian langsung mematikan kontak tanpa memberi kesempatan putaran turun terlebih dahulu.

Dalam kondisi putaran tinggi, komponen internal mesin bergerak lebih cepat dan membutuhkan pelumasan yang memadai untuk mengurangi gesekan antarkomponen.

Baca Juga :   Apakah Motor Listrik Bisa Kena Hujan? Fakta dan Tips Perawatan

Jika mesin langsung dihentikan setelah digeber, perubahan kondisi kerja berlangsung mendadak, sehingga kebiasaan tersebut tidak memberikan manfaat perawatan yang sebanding dengan risikonya.

Meski begitu, bukan berarti satu kali geberan otomatis membuat mesin rusak atau langsung jebol karena dampaknya bergantung pada kondisi mesin, cara penggunaan, dan tingkat putaran yang dicapai.

Kebiasaan yang terus diulang tanpa kebutuhan jelas sebaiknya dihindari, terutama pada motor yang sedang mengalami masalah pelumasan atau memiliki kondisi mesin yang kurang prima.

Pemilik kendaraan yang ingin menjaga komponen internal tetap awet sebaiknya lebih memperhatikan jadwal penggantian oli dan pemeriksaan berkala, sebagaimana dibahas dalam panduan ganti oli motor berdasarkan jarak tempuh.

Cara Mematikan Motor yang Lebih Tepat

Setelah tiba di tujuan, pengendara cukup melepaskan gas dan membiarkan putaran mesin kembali ke kondisi stasioner sebelum mematikan kontak sesuai prosedur kendaraan.

Baca Juga :   Kenapa Performa Motor Honda Scoopy Menurun Setelah Ganti Oli

Langkah sederhana ini menghindari kenaikan putaran mesin yang tidak diperlukan dan membuat proses penghentian mesin berlangsung normal.

Pada motor yang baru menempuh perjalanan jauh atau digunakan dalam kondisi beban berat, ikuti petunjuk pada buku manual karena kebutuhan pendinginan dapat berbeda menurut jenis mesin dan sistem yang digunakan.

Motor dengan mesin berpendingin cairan, misalnya, memiliki sistem pendinginan yang berbeda dari mesin berpendingin udara, sehingga pemilik kendaraan sebaiknya tidak menerapkan aturan khusus tanpa memeriksa rekomendasi pabrikan.

Perawatan lain yang tidak kalah penting ialah memeriksa kondisi oli, kebocoran, suara mesin, dan jadwal servis sesuai ketentuan kendaraan, termasuk mengikuti panduan waktu servis motor yang tepat.

Intinya, menggeber gas sebelum mematikan motor bukan prosedur wajib untuk menjaga aki maupun mesin, sehingga pengendara sebaiknya menghentikan kebiasaan tersebut dan mengutamakan cara penggunaan serta perawatan yang sesuai rekomendasi pabrikan.

Pos terkait