mototren.com – Pertanyaan baterai motor listrik tahan berapa tahun belum punya jawaban tunggal, tetapi para praktisi di Indonesia memberi kisaran tiga hingga lebih dari empat tahun untuk pemakaian harian.
Baterai tidak mati mendadak, melainkan kapasitasnya turun bertahap seiring pemakaian.
Hitungannya bergantung pada siklus pengisian, kebiasaan pemakaian, dan spesifikasi baterai tiap merek.
Baterai Motor Listrik Tahan Berapa Tahun Menurut Praktisi
Mark Wonner dari PT Robert Bosch menyebut baterai lithium-ion punya daya tahan hingga 1.000 siklus pengisian, setara sekitar tiga tahun untuk pemakaian wajar.
Sebagai pembanding, aki motor biasa yang berisi cairan elektrolit umumnya bertahan dua sampai tiga tahun.
Hitungan yang lebih panjang datang dari Raditya Wibowo, CEO MAKA Motors.
Jika satu hari menghabiskan satu charge cycle, kemampuan baterai baru menurun setelah lebih dari empat tahun.
Dua angka itu berasal dari sumber berbeda, jadi spesifikasi baterai motor yang diincar tetap perlu dicek.
Satu Siklus Bukan Berarti Satu Kali Colok
Satu charge cycle tidak dihitung dari berapa kali charger dicolokkan.
Menurut Raditya, mengisi baterai dari 80 persen ke 100 persen hanya menambah 20 persen, sehingga belum terhitung satu siklus penuh.
Sebagai contoh, mengisi baterai dari 20 persen hingga penuh setara 0,8 siklus.
Pemilik tidak perlu menunggu baterai nyaris kosong sebelum mengisi daya.
Siklus yang habis juga tidak berarti baterai langsung rusak.
Yang terjadi adalah kapasitas menurun dan jarak tempuh ikut menyusut.
Baterai yang sudah melewati batas siklus biasanya masih bisa dipakai dengan jarak tempuh lebih pendek.
Faktor yang Memengaruhi Kesehatan Baterai
Pola penggunaan, suhu, kebiasaan pengisian daya, beban arus listrik, hingga battery management system (BMS) ikut menentukan kondisi baterai lithium-ion.
Suhu tinggi saat baterai diisi atau disimpan dapat merusak kapasitas secara permanen.
Putu Yudha, Chief Business Officer ALVA, mengingatkan agar baterai terlindung dari benturan keras dan cairan saat dikeluarkan dari kompartemen.
Kelalaian seperti itu bisa menghanguskan garansi sebelum waktunya.
Baterai ALVA sendiri bisa dicas langsung di motor lewat sistem onboard charging.
Garansi Baterai Motor Listrik sebagai Patokan
Garansi memberi gambaran lain soal ketahanan baterai yang berani dijamin produsen.
DetikOto mencatat produsen umumnya memberi garansi baterai tiga sampai lima tahun sejak pembelian.
Gesits memberi garansi baterai tiga tahun, sementara motor penggerak BLDC, display, dan controller hanya satu tahun.
| Merek | Garansi baterai |
|---|---|
| Gesits | 3 tahun |
| ALVA | hingga 3 tahun |
| Viar | 1 tahun |
| Volta | 1 tahun |
Angka di tabel berasal dari publikasi sebelumnya, sehingga buku garansi terbaru di dealer tetap menjadi acuan.
Motor konversi subsidi punya skema sendiri, yakni baterai tiga tahun, BLDC dua tahun, dan kontroler satu tahun menurut Kementerian ESDM.
Garansi baterai mobil listrik jauh lebih panjang, misalnya Hyundai Ioniq 5 dengan delapan tahun atau 160.000 km, mana yang tercapai lebih dulu.
Pada mobil listrik, Hyundai menyebut penggantian gratis berlaku jika penurunan fungsi baterai bukan disebabkan kesalahan pengguna.
Itu kelas kendaraan berbeda, jadi angkanya tidak bisa dipakai untuk menilai motor listrik.
Baterai motor listrik juga punya health level yang bisa diukur dengan alat khusus saat servis berkala.
Pemeriksaan itu memberi angka nyata sebelum pemilik memutuskan baterai perlu diganti atau masih layak pakai.
Harga baterai pengganti sebaiknya ditanyakan ke dealer sejak sebelum membeli.





